Quantcast
www.pingmyurl.com
WEBSITE DALAM PERBAIKAN, MAAF MENGGANGGU KENYAMANAN ANDA

SMS Center 081-394-40-40-40 Call Center 022 76 40 40 40 Buku Tamu Facebook
Panduan Aqiqah
Berita Aqiqah
Testimoni Aqiqah
Laporan Aqiqah
Kantor Aqiqah

Panduan Akikah


Syarat - syarat Aqiqah


Syarat Aqiqah, Aqiqah, Akikah, Aqiqah Peduli, Harga Kambing Aqiqah 2016, Paket Aqiqah Murah, Catering Aqiqah, Jual Hewan Aqiqah, Layanan Qurban Dan Aqiqah, Jasa Qurban Dan Aqiqah, Pusat Layanan Qurban Dan Aqiqah, Pusat Aqiqah, Jual Hewan Qurban Dan Aqiqah, Sentra Aqiqah, Kurban Aqiqah, Aqiqah Bandung, Layanan Aqiqah Di Bandung, Kambing Aqiqah Bandung, Harga Kambing Akikah, Akikah Dan Kurban

Pertama, Sifat Sembelihan yang Layak (Sah) Sebagai Aqiqah

Imam Nawawi ra berkata dalam kitabnya, al-Majmu', "Hewan yang layak (sah) disembelih sebagai Aqiqah adalah domba yang dewasa dan kambing yang dewasa yang sudah memiliki gigi seri (gigi depan).

Domba dan kambing itu harus selamat dari cacat. Karena Aqiqah adalah mengalirkan darah secara syar'i (sesuai dengan ketentuan Islam) maka sifat-sifat hewan yang disembelih untuk Aqiqah sama dengan sifat-sifat hewan yang disembelih untuk kurban, sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud dengan sanad sahih sahih bahwa Ibnu Abbas r.a. berkata "Rasulullah mengaqiqahkan Hasan da Husain masing-masing dengan seekor domba."

Berdasarkan hadis di atas, sifat-sifat hewan yang disembelih sebagai Aqiqah harus sama dengan sifat-sifat hewan yang disembelih sebagai kurban.

Untuk anak laki-laki disembelihkan dua ekor kambing sebagai aqiqahnya dan untuk anak perempuan satu ekor saja. Hadis-hadis yang menjelaskan bahwa anak laki-laki diaqiqahkan dengan dua ekor kambing adalah hadis-hadis yang memiliki kelebihan (jika dibandingkan dengan hadis-hadis yang menjelaskan bahwa anak laki-laki diaqiqahkan dengan satu kambing).

Oleh karena itu, hadis-hadis yang dijelaskan bahwa anak laki-laki diaqiqahkan dengan dua ekor kambing lebih layak diterima. Hal ini diperkuat lagi oleh perkataan Ibnu Abbas ra. "bahwa Rasulullah Saw mengakikahkan (Hasan dan Husain) masing-masing dua ekor domba."

Kedua, Waktu Penyembelihan Hewan Aqiqah
Menurut sunnah Nabi, penyembelihan hewan Aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahirannya dengan menghitung hari kelahirannya. Jadi, hewan Aqiqah disembelih pada hari keenam, jika hari kelahiran tidak dihitung. Apabila sang anak dilahirkan pada malam hari maka dihitung dari hari setelah malam kelahiran itu.

Penyembelihan hewan Aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh, sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi dari Abdullah ibn Buraidah, dari ayahnya, dari Nabi Saw, beliau bersabda, "Hewan Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, hari keempat belas, dan hari kedua puluh satu."

Menurut penganut Mazhab Hanbali, Aqiqah disembelih pada hari ketujuh dan seterusnya, kelipatan tujuh. Mereka memiliki beberapa riwayat (yang dapat dijadikan dalil).

Sedangkan menurut penganut Mazhab Syafi'I disebutkan bahwa penyebutan tujuh itu untuk ikhtiyar (pilihan) bukan keharusan. Rafi'I menambahkan bahwa waktu penyembelihan hewan Aqiqah dimulai dari kelahiran bayi.

Imam Syafi'i berkata, "Makna hadis itu adalah penyembelihan Aqiqah diusahakan tidak ditangguhkan hingga melewati hari ketujuh. Namun jika memang belum sempat beraqiqah sampai sang bayi telah mencapai usia baligh, maka gugurlah tanggung jawab orang yang seharusnya mengaqiqahkannya. Tetapi, jika sang anak ingin beraqiqah untuk dirinya sendiri maka ia boleh melakukannya.

Ada ulama yang mengatakan, "Tanggung jawab untuk mengaqiqahkan tidak hilang walaupun tidak dilaksanakan pada hari ketujuh, namun disunnahkan agar tidak terlambat sampai usia balig."

Imam an-Nawawi berkata, "Aku Abdillah al-Busyihi, salah seorang imam dalam mazhab kami berkata, "Jika tidak sempat menyembelih pada hari ketujuh maka di hari keempat belas, (jika belum juga dilaksanakan) maka di hari kedua puluh satunya, demikian terus pada kelipatan tujuh."

Ketika akan menyembelih hewan Aqiqah, orang yang menyembelih disunnahkan membaca, Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Baihaqi dengan sanad hasan, dari Aisyah r.a. bahwa Nabi Saw menyembelih hewan Aqiqah untuk Hasan dan Husain, dan beliau bersabda. "Ucapkanlah, Dengan Nama Allah. Ya Allah, untuk-Mu dan kepada-Mu akikah si Fulan."

Namun, jika bacaannya dipendekkan dengan hanya mengucap bismillah maka itu lebih utama karena kesahihan hadis di atas masih diperdebatkan.

Disunnahkan juga memisah-misahkan anggota badan hewan Aqiqah, dan dilarang meremukkan tulang-tulangnya. Ada dua hikmah dari hal tersebut, yaitu:

Pertama, sebagai penghormatan terhadap orang-orang miskin dan para tetangga yang diberikan hidangan atau hadiah berupa daging Aqiqah, yaitu dengan memberikan potongan besar yang sempurna yang tulangnya tidak dipecah dan dagingnya tidak dikurangi. Tidak diragukan bahwa cara penyajian dan pemberian seperti ini merupakan penghormatan bagi orang-orang yang menerima.

Kedua, oleh karena kedudukan akikah sebagai tebusan untuk menebus sang bayi maka dianjurkan tulangnya tidak usah dipotong-potong, untuk mengharap keberkahan (dari Allah SWT juga dengan harapan agar anggota-anggota tubuh si bayi menjadi sehat dan kuat. Wallahu a'alam.

Ketiga, Apa yang Dilakukan Setelah Penyembelihan?
Setelah penyembelihan hewan selesai, hendaknya kaum Muslimin waspada, jangan sampai melumuri kepala bayi dengan darah hewan Aqiqah, karena hal itu merupakan kebiasaan kaum Jahiliyah. Akan tetapi, hendaknya kepala bayi tersebut dilumuri dengan minyak za'faran.

Disunnahkan memakan hewan Aqiqah, boleh juga menghadiahkannya atau menyedekahkannya kepada orang lain, karena Aqiqah adalah menyembelih hewan yang hukumnya sunnah maka hukumnya sama dengan hewan kurban.

Rafi'I berkata, "Sunnah memberikan bagian kaki dari hewan Aqiqah kepada bidan atau dokter (yang membantu proses kelahiran) sebagaimana yang disebutkan dalam sunnah al-Baihaqi, dari Ali r.a. bahwa Rasulullah Saw memerintahkan Fatimah ra. "Timbanglah rambut al-Husain, kemudian bersedekah dengan perak (seberat rambut yang ditimbang) dan berikanlah bagian kaki hewan Aqiqah kepada wanita yang membantu proses kelahiran." (Diriwayatkan secara mauquf sampai pada Ali r.a.)

Disunnahkan juga memasak daging hewan Aqiqah sehingga masakannya menjadi manis, dengan harapan agar sang bayi kelak memiliki akhlak yang baik dan terpuji.

 

Daftar Harga Aqiqah

Domba Tipe A
Berat : 50ps @0,25 KG
Sate : 500 Tusuk
Gulai : 100 Porsi
Rp. 2,500,000
Biaya Masak Rp 300.000
Domba Tipe B
Berat : 40ps @0,25 KG
Sate : 400 Tusuk
Gulai : 80 Porsi
Rp. 2,000,000
Biaya Masak Rp 300.000
Domba Tipe C
Berat : 30ps @0,25 KG
Sate : 325 Tusuk
Gulai : 65 Porsi
Rp. 1,600,000
Biaya Masak Rp 300.000
Domba Ekonomis
Berat : 20-22 KG
Sate : 200 Tusuk
Gulai : 50 Porsi
Rp. 1,250,000
Biaya Masak Rp 250.000

Menu Ekstra:

Ekstra Ekonomis, Rp.7,000
(Nasi, Kerupuk, Sendok, Tisu, Mangkuk, box)
Ekstra I, Rp.10,000
(Nasi, Kerupuk, Acar, Air Mineral, Pisang, Mangkuk, Sendok, Tisu, box)
Ekstra II, Rp.12,000
(Nasi, Kerupuk, Acar, Air Mineral, Pisang, Tempe, Tahu, Mangkuk, Sendok, Tisu, box)
Ekstra Special, Rp.17,000
(Nasi, Kerupuk, Capcay, Telor Balado, Pisang, Air Mineral, Sendok, Tisu, Mangkuk, box)
Call  0851 0940 4040 , SMS/WA 0852 2134 1919

 

  • Pengertian Aqiqah
  • Anjuran Aqiqah
  • Hukum Aqiqah
  • Syarat - syarat Aqiqah
  • Hikmah Akikah / Aqiqah
  • Pemberian Nama
  • Mencukur Rambut Bayi
  • Alasan Hukum Aqiqah Mentah dan Masak
  • Pengertian Aqiqah
  • Nama Nama Bayi
  • Testimoni
      Kami hampir tidak aqiqah karena ribetnya ngurus anak pertama. Aqiqahonline memudahkan aqiqah kami dan sekaligus menyebarkan ke daerah yg membutuhkan.Alhamdulillah aqi ...
    Info & Tips
    Sudah sepantasnya jika kita selaku umat Islam selalu mengikuti anjuran dan nasehat dari Nabi Muhammad Saw. sebagian dari nasehat beliau adalah agar para orang tua memberikan nam ...
    katalog Domba
    Domba Tipe A

    Berat : 50ps @0,25 Kg
    Sate : 500 Tusuk
    Gulai : 100 Porsi
    Rp. 2,500,000

     


    Bookmark and Share



    Up | Down | Top | Bottom